Tugas Menyusun Kerangka Novel
Nama: Khalisha Nur F
Kelas: XII MIPA 7
No.Urut: 17
Yuda Membentang
Bab awal akan memperkenalkan tokoh utama yang akan mengisi cerita hingga akhir novel dan akan menggambarkan bagaimana situasi yang sedang mereka hadapi. Yhuda, Julius, Murabi, dan Agung adalah sekelompok panglima perang yang akan segera ditugaskan ke lapangan untuk membantu pasukan panglima perang lainnya yang sedang berjaga di benteng perbatasan antar dua negara. Mereka melakukannya atas perintah sang atasan. Julius merupakan anak dari seorang pejabat yang terpandang dalam pekerjaannya sedangkan Yhuda dan Murabi adalah kakak beradik. Saat mereka sudah memasuki Kawasan berbahaya yaitu benteng perbatasan antar dua negara, mereka diperintahkan oleh sang atasan untuk masuk ke dalam pasukan yang nantinya akan dimajukan ke wilayah negara lawan. Yhuda, Julius, Murabi, dan Agung sangat kebingungan karena pada awalnya mereka hanya diperintahkan untuk siaga ditempat saja untuk menjaga benteng pertahanan, tetapi nyatanya mereka dimasukkan kedalam pasukan yang akan dimajukan untuk menyerang negara lawan demi memperjuangkan wilayah yang diinginkan oleh negara mereka. Kemudian Yhuda, Julius, Murabi, dan Agung tidak terima atas perintah atasannya dan mereka meminta untuk memikirkan kembali. Jelas Julius yang membicarakannya dengan sang atasan karena latar belakang Julius, yaitu orang tuanya yang sangat terpandang. Permintaan yang dibicarakan oleh Julius kepada atasannya diterima. Namun sayang, yang diperbolehkan untuk tetap siaga berjaga di benteng hanyalah Julius dengan alasan sang atasan ingin menguji kinerja Yhuda, Murabi, dan Agung. Tidak aneh lagi. Yhuda, Murabi, dan Agung harus tetap maju ke daerah perlawanan dan harus siap menerima resiko apapun.
Pada bab pertengahan akan menceritakan bagaimana persiapan Yhuda, Murabi, dan Agung yang akan berangkat menuju wilayah pertempuran yang sangat beresiko. Mereka semua berangkat bersama-sama dengan anggota pasukkan lainnya. Pada awalnya, perjalanan mereka untuk ke wilayah tujuan masih aman dan tentram karena negara lawan masih belum menyadari adanya pergerakkan dari pasukan yang dikirim oleh negaranya. Pergerakkan mereka masih belum terpantau oleh negara lawan karena mereka memutuskan untuk memulai perjalanan pada malam hari agar dapat melalukan pergerakan dengan cepat dan dapat beristirahat sebentar saat matahari akan terbit. Jarak antara benteng mereka ke benteng lawan dapat dibilang berjarak dekat, namun tetap saja mereka harus berhati-hati dan waspada untuk melakukan segala Tindakan. Kemudian saat matahari sudah menyinari pagi itu, pergerakan mereka mulai terlihat oleh pasukan penjaga negara lawan. Mereka mulai mengeluarkan senjata dan semacamnya. Bom mulai diledakkan. Situasi mulai genting. Karena terdeteksinya pergerakan dari pasukan Yhuda, Murabi, dan Agung, negara lawan juga mulai meledakkan semua bom nya yang sudah dipersiapkan jika situasi sudah mulai tidak kondusif. Akibat dari bom ini sangatlah membuat wilayah hancur, benteng yang sudah dibuat di bawah tanah pun tertimbun kembali oleh tanah akibat dari bom yang diledakkan dan ledakkannya ini pun sampai ke benteng pertahanan yang dimana ada Julius yang sedang berjaga.
Pada bab pertengahan ini juga akan memaparkan komplikasi dan evaluasi dari cerita yang diangkat pada novel, yang dimana perjuangan Yhuda yang sesungguhnya mulai terjadi. Akibat dari banyaknya ledakan dan senjata api yang ditembakkan, nyawa Agung tidak dapat tertolong saat berada beberapa meter dari benteng pertahanan negara lawan. Berbeda dengan Agung, Yhudha dan Murabi berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi dibalik Jerami yang ada di dekat suatu bangunan kecil. Kemudian karena diledakannya banya bom dan senjata api itu juga, banyak dari pasukan negara lawan yang gugur dan mempermudah Yhuda dan Murabi untuk melewati area yang sangat rawan itu. Kemudian merek berdua dengan cepat bergerak untuk melewati area area yang sangat rawan sampai dimana akhirnya Yhudan dan Murabi menemukan gubuk kecil di tengah perkebunan kosong yang sangat luas. Mereka masuk ke dalam rumah tersebut untuk mencari stok makanan dan untuk buang air kecil tetapi yang mereka temukan adalah seorang anak kecil dan sang ayah yang sedang bersembunyi ketakutan di dalam rumah tersebut. Keduanya tidak dapat diajak berbicara dengan baik dan memilih untuk diam karena traumanya. Sang ayah dari anak kecil tersebut tidak membiarkan kedua panglima itu untuk berlama-lama didalam rumah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan dan kemudian sang ayah dari anak kecil tersebut mengusirnya dengan kasar. Yhudha dan Murabi tidak dapat melakukan banyak hal dan mereka hanya bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh pria paruhbaya itu, yaitu keluar dari rumah. Kemudian saat itu, Yhuda dan Murabi kebingungan akan berlindung dimana karena tidak ada lagi bangunan selain gubuk itu. Akhirnya Yhuda dan Murabi memutuskan untuk beristirahat untuk sementara waktu di kandang sapi yang tepat berada di sebelah gubuk kecil itu. Mereka mulai kehausan tetapi mereka tidak sempat untuk mengambil segelas air pun dari dalam gubuk kecil itu. Akhirnya mereka pun memerah susu sapi tersebut yang kemudian akan di minum.
Setelah itu, tak disangka mereka melihat pesawat baling-baling yang terlihat kebingungan untuk mendarat dimana dan akhirnya mereka melambaikan tangannya sebagai penandah bahwa kebun tersebut dapat menjadi pesawat baling tersebut mendarat karena lahannya yang cukup luas. Dari pesawat tersebut, turun dua pemuda yang sangat lemas dan terlihat kelaparan. Dua pemuda itu kemudian menghampiri Yhuda dan Murabi untuk bertanya mengenai makanan. Karena tidak ada makanan pada saat itu, Murabi kemudia memberikan botol yang berisi susu sapi yang baru saja diperahnya yang bahkan baru Ia minum 5 tegukan kepada dua pemuda pengemudi pesawat tersebut karena terlihat sangat tidak berdaya. Kemudia setelah kedua pemuda tersebut merasa lebih baik, mereka berempat mengobrol menenai apa yang terjadi pada area nya itu. Yhuda dan Murabi tidak ingat bahwa mereka sedang berada di daerah kekuasaan musuhnya. Tidak lama dari obrolan yang berat tersebut, dua pemuda tersebut pamit untuk terbang kembali. Tetapi saat akan terbang, salah satu diantaranya malah mengeluarkan minyak tanah yang kemudia dituangkan ke seluruh bagian pesawat tersebut dan kemudia pemuda yang satunya menyalakan korek api dan melemparkannya ke pesawat yang sudah di basahi dengan minyak tanah itu secara merata. Yhuda dan Murabi kaget, kemudia saat itulah mereka sadar bahwa mereka sedang berada di daerah musuhnya. Kemudian Yhuda dan Murabi dengan kedua pemuda tersebut saling beradu senjata yang dibawa oleh masing-masing darinya. Karena kondisi Murabi yang begitu lemah karena dia yang sangat kelaparan, Ia tidak dapat melawan kedua pemuda yang berasal dari negara musuh itu secara maksimal. Pada awalnya Yhuda dan Murabi lebih unggul dan cekatan dibanding kedua pemuda tersebut tetapi semakin lama, Murabi semakin Lelah dan kewalahan dan akhirnya Murabi mati ditempat karena tertusuk oleh salah satu dari pemuda tersebut menggunakan pisau yang dibawanya sedangkan Yhuda sangat tertekan dan sedih pada saat melihat kondisi tubuh Murabi yang sudah dipenuhi dengan darah. Tetapi Yhuda masih belum menyerah karena dia masih berusaha untuk menghabiskan dua pemuda ini dan membuatnya tidak bernafas lagi karena rasa emosinya yang telah menumpuk karena Yhuda untuk kedua kalinya melihat orang terdekatnya mati disebelah tubuhnya. Akhirnya setelah bertarung cukup lama, Yhuda berhasil mengalahkan dua pemuda tersebut dengan hanya menggunakan pisau dan pada akhir petarungan, Yhuda merampas senjata api dari kedua pemuda tersebut dan menembakkan tepat di kepala keduanya hingga akhirnya pemuda itu tidak lagi menghembuskan nafas.
Pada peristiwa ini masih berada pada bab pertengahan yang masih merupakan bagian dari komplikasi, yaitu kemudia Yhuda meninggalkan gubuk kecil itu dan menyusuri perkebunan untuk melanjutkan perjalanannya yang tujuannya adalah dia menuju kesuatu tempat yang dimana jika Ia sampai duluan disana dibandingkan dengan pasukan lawan, maka yang menjadi penguasa wilayah ialah negara yang sedang diperjuangkan oleh Yhuda. Namun tentunya perjalanan itu tidaklah mudah karena seluruh wilayah yang akan Ia lewati sudah dijaga dengan ketat oleh pasukkan negara lawan. Ia harus cerdik dalam mengatur segala strategi agar melaksanakan misinya dengan selamat.
Selanjutnya memasuki bab akhir yang mulai memunculkan resolusi dan menuju koda. Yhuda mulai menemukan bangunan-bangunan besar yang sudah setengah hancur terkena bom yang diledakkan dan juga karena senapan api. Yhuda merasa sedikit lega saat menemukan bangunan ini karena menandakan bahwa misinya sebentar lagi akan terselesaikan, namun itu belum tentu menjadi hal yang mudah dilakukan karena semakin dia mendekati tempat yang harus dia tuju, semakin ketat pula penjagaan dari panglima-panglima yang ditugaskan oleh negara lawannya. Saat sedang berjalan perlahan demi menghindari tertangkapnya dari panglima yang berjaga, gerakannya tiba-tiba saja terdeteksi dan itu menjadi membuat suasana terasa amat genting. Kemudia Ia mulai berlari dan mencari tempat persembunyian sementara yang aman untuk bersembunyi dari panglima-panglima yang sedang mencarinya. Kemudian Ia memasuki sebuah bangunan yang sudah sedikit hancur dan ternyata bangunan tersebut memiliki ruang bawah tanah yang akan sangat aman baginya jika dijadikan tempat persembunyian sementara. Ketika memasuki ruang bawah tanah yang Ia temui adalah sesuatu yang membuatnya terkejut, yaitu Ia bertemu dengan Emily sang mantan istri dan anaknya yang terlihat sangat ketakutan. Itu adalah pertemuan yang sangat tidak terduga dan itu adalah pertemuan yang sangat haru. Kemudian sang istri, Emily menjelaskan bagaimana dia bisa berada disitu dan apa yang terjadi dengannya dan itu membuat suasana menjadi tambah haru, tetapi Yhuda tidak hanya dapat berdiam diruang bawah tanah itu. Ia harus tetap melakukan kewajiban yang diamanahkan oleh atasannya. Kemudian dia melanjutkan perjalanannya menuju suatu bangunan utama yang Ia tuju dari awal perjalanannya dan itu merupakan perjalanan tersulitnya dan Ia kemudian berhasil melakukan perintah atasannya dengan selamat.
Comments
Post a Comment